Yah hari ini Ahli Romansa akan melanjutkan dari beberpa alasan menjadi dewasa itu menyenangkan. Bahkan begitu menyenangkan untuk mencari pasangan. Baik untuk serius, maupun untuk jadi bahan permainan.
Mari lanjut ke permasalahan ke tiga. Pria/perempuan dewasa merasa tidak layak bertingkah “gila” dalam hal ini mencoba hal-hal baru dan menantang karena malu sama umur.. ini juga aneh banget. Kalo diumur duapuluhan dan tigapuluhan anda tidak bereksplorasi mencari kesenangan yang agak ekstrim anda mau nyoba kapan? Umur 50 tahun? Ketika anda umur 50 tahun, anda naik kora-kora di dufan saja, anda bisa mati kena serangan jantung. Jadi ketika badan masih sehat dan energi melimpah, gak ada itu istilah malu ama umur untuk hal-hal baru. Mana yang lebih membanggakan ketika anda sudah punya cucu nanti? Bercerita banyak pengalaman menarik, atau hanya bercerita yang isinya “seharusnya” alias berharap sang cucu meneruskan cita-cita yang gak kesampaian. Menyedihkan. Semata-mata karena malu sama umur.
Nah itu semua permasalahan yang biasa dikemukakan, sekarang coba pola pikirnya dibalik semua yuk. Jadi dewasa, adalah ketika dimana waktu anda yang kontrol. Lah bener, anda nggak wajib duduk di kelas kan? Nah kemudian anda mulai berkilah, kan saya harus ngantor. Saya tantang balik, memang bekerja jamnya rigid & kaku seperti anak sekolahan? Nggak andayang kontrol waktunya. Kalau pekerjaan sudah menyita waktu anda, yah cari pekerjaan yang nggak menyita waktu. Mana mungkin? Mungkin banget, Ahli Romansa salah satu contohnya, dengan bekerja hanya 4 jam sehari saya bisa menghasilkan pendapatan yang cukup untuk biaya makan, transport dan tempat tinggal, tidak mewah tapi layak. Please deh jangan manja dan nyalahin lingkungan. Kalo anda masih bisa bilang bahwa “lah itu kan AhliRomansa, saya mana mungkin”.. brur, saya juga makan nasi yang membedakan, saya berani memilih untuk menjadi subyek hidup saya sendiri. Kata steven covey, pro aktif.
Masalah kedua, nggak punya duit. Aduh bos, anda udah bekerja, berarti anda punya duit. Waktu SMU dulu anda nggak punya duit, karena nodong orang tua. Setiap nodong, selalu ditanya, duitnya buat apa? Sekarang anda udah bekerja, maka duit kuasa ditangan kuasa anda sepenuhnya. Mau beli bir, mau beli kondom, mau ke bar dan mabuk sampe terkapar di trotoar, bebas. Coba waktu SMU, “Pa, minta duit buat mabuk?” ada juga anda ditampar oleh ayah anda. Anda punya duit, jauh lebih banyak ketika anda sekolah. Sialnya, yang bikin pusing mengatur duitnya. Gini brur, kebutuhan manusia itu nggak ada abisnya, contoh, pengen punya HP, dapet huawey, terus pengen nokia, terus pengen Black Berry, terus pengen Iphone, nggak berbatas brur. Sehingga anda harus bisa mengatur kebutuhan anda. Penghasilan setara UMR tapi tiap hari makan di McD gak nyambung. Sehingga anda lagi-lagi harus mengolah diri anda sedemikian rupa, agar kebutuhan bisa cukup dengan slip gaji anda. Saya setuju bahwa harga-harga di Indonesia makin nggak masuk akal, tapi terus kita mau ngambeg dan tidak melakukan sesuatu? Kalo itu yang anda pilih, anda berlagak dewasa saja.
Takut bertingkah gila ini alasan anda karena takut keluar dari zona nyaman. Enak banget brur berbuat gila waktu dewasa, kalo anda berantem, anda tinggal bayar polisi, nggak ada itu pertanyaan “orang tua kamu mana?” gak perlu malu dengan orang tua. Mau mencoba bisnis dan bangkrut, anda nggak perlu pusing orang lain menanggung, dan dengan kegigihan anda pasti bisa bangkit kembali. Kalo anda bisa membalik pola pikir anda dan bertanggung jawab terhadap tindakan anda, segila apapun tindakan anda, maka tidak ada sesal yang harus timbul di hati. Tidak ada penyesalan itu sangat lekat dengan kebahagian dan kebahagiaan adalah kunci dengan cinta.
jadi masih berpikir jadi dewasa itu berat??

0 komentar:
Posting Komentar